7 HEWAN PELIHARAAN YANG PERNAH SAYA PELIHARA DI RUMAH

April 17, 2024


7 Hewan Peliharaan Unik yang Pernah Mengisi Rumahku: Dari Monyet Tanpa Ekor Sampai Burung Kehausan

Menjadikan rumah sebagai tempat bernaung bagi berbagai jenis hewan peliharaan selalu memberikan cerita tersendiri. 

Bukan cuma kucing atau anjing yang biasa kita temui, beberapa hewan yang pernah tinggal bersamaku memiliki karakter yang sangat unik, usil, bahkan menantang untuk dirawat. 

Tinggal di daerah dengan kondisi alam yang dinamis seperti di Kutai Barat membuat interaksi dengan satwa-satwa ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.

Berikut adalah 7 hewan peliharaan yang pernah dan masih meramaikan suasana rumahku, lengkap dengan segala kelakuan ajaib mereka.


1. Si Udong, Monyet Ekor Panjang yang Jago Berenang

Hewan peliharaan pertama yang punya cerita unik adalah seekor monyet ekor panjang yang aku beri nama Udong. 

Nama ini berawal dari kondisinya yang tidak memiliki tangan. Cerita pertemuan kami dimulai saat Om pergi ke ladang dan memasang jerat dengan harapan bisa menangkap kijang. 

Bukannya kijang yang didapat, jerat tersebut justru tidak sengaja menangkap si monyet ekor panjang ini.

Meski memiliki keterbatasan fisik pada tangannya, Udong adalah hewan yang sangat aktif dan menggemaskan. 

Salah satu kebiasaan uniknya adalah dia sangat suka mandi dan ternyata mahir berenang. 

Udong termasuk peliharaan yang awet karena dirawat dari dulu hingga sekarang, dan kondisinya masih sangat sehat serta lincah di rumah.

2. Kyle James, Si Klaweit (Monyet Tanpa Ekor) yang Usilnya Minta Ampun

Berdasarkan pengalaman pribadiku, merawat owa kalimantan atau yang biasa disebut klaweit jauh lebih sulit daripada memelihara monyet ekor panjang seperti Udong

Aku pernah memelihara seekor klaweit tanpa ekor selama 5 tahun yang kuberi nama Kyle James.

Tingkat keusilan Kyle James benar-benar menguji kesabaran karena dia sangat aktif, suka bermain, dan selalu ingin berinteraksi dengan manusia. 

Energi dan kecerdasannya membuat rumah tidak pernah sepi. Bagi yang penasaran dengan detail suka dukanya secara lengkap, aku pernah menulis artikel khusus tentang ini yang bisa kamu baca selengkapnya dengan klik di sini: Klaweit

3. Noncik, Si Musang Nakal yang Suka Nyolong Lauk

Hewan ketiga adalah seekor musang yang kuberi nama Noncik. Merawat Noncik penuh dengan drama dapur karena kelakuannya yang terkenal nakal. Noncik punya hobi buruk, yaitu suka menyelinap ke dapur dan mencuri lauk ayam yang sudah dimasak.

Tidak hanya usil di dapur, Noncik juga sering terlibat perseteruan sengit dengan kucing di rumah hanya demi memperebutkan potongan daging ayam. 

Karena sifat liar dan kenakalannya yang sulit dikontrol di lingkungan rumah, demi kebaikan bersama akhirnya Noncik dikembalikan ke habitat aslinya di alam bebas.

4. Kucing Hitam Berjiwa Musang

Rumahku juga pernah dihuni oleh seekor kucing berwarna hitam legam. Uniknya, kucing ini sama sekali tidak bersikap manis seperti kucing rumahan pada umumnya. 

Kelakuannya justru mirip sekali dengan musang, terutama hobinya yang suka berburu ayam di sekitar lingkungan rumah.

Aktivitas berburunya ini sempat bikin pusing, namun seiring berjalannya waktu, siklus peliharaan pun berganti.

Cukup disyukuri sekarang keturunan dari induk maupun anak-anak kucing yang ada di rumah tidak ada lagi yang berwarna hitam atau mewarisi sifat pemburu tersebut.

5. Kura-Kura yang Penuh Kekhawatiran

Memelihara kura-kura di rumah juga memberikan cerita yang cukup ironis dan penuh kewaspadaan. 

Dalam perjalanannya, memelihara hewan bercangkang ini tidak selalu mulus. Ada beberapa kura-kura peliharaanku yang berakhir tragis menjadi lauk makan bagi tetangga sekitar yang kebetulan mengonsumsi segala jenis daging.

Selain faktor eksternal tersebut, tantangan terbesar memelihara kura-kura adalah sifat mereka yang diam-diam suka menjelajah.

Fokus utamaku saat merawat mereka adalah memastikan kandang aman agar tidak ada lagi di antara mereka yang punya kesempatan untuk kabur dari halaman rumah.

6. Lucky, Anak Kukang yang Bernama Harapan

Peliharaan berikutnya adalah seekor anak kukang yang aku temukan dan beri nama Lucky. Nama ini sengaja dipilih sebagai bentuk doa dan harapan agar dia beruntung bisa bertahan hidup serta tumbuh dengan baik di bawah perawatanku.

Lucky dirawat dengan penuh perhatian sejak kecil karena karakteristik kukang yang sangat sensitif dan membutuhkan penanganan khusus. Harapan itu terwujud; Lucky berhasil bertahan hidup dan terus dipelihara di rumah hingga sekarang tanpa pernah lepas atau kembali ke alam liar secara mandiri.

7. Burung Serindit, Tamu Gentong Air di Tengah Cuaca Ekstrem

Hewan peliharaan paling terbaru yang menghuni rumah adalah seekor burung serindit. Proses penemuannya terjadi secara tidak sengaja di sekitar area rumah.

 Akibat cuaca ekstrem di Kutai Barat yang belakangan ini sangat panas hingga mencapai suhu 40 derajat Celsius, debit air di alam terbuka mengering drastis. 

Kondisi ini berdampak buruk pada satwa liar yang kelaparan dan kehausan.

Burung serindit ini ditemukan sedang menempel di gentong air milik rumah dalam kondisi sangat lemas karena mencari minum. 

Melihat kondisinya yang dehidrasi di tengah cuaca terik tersebut, burung ini akhirnya diselamatkan dan kini menjadi anggota baru dalam daftar hewan peliharaan di rumah.


Memelihara aneka satwa ini memberikan pelajaran berharga bahwa setiap hewan membawa karakter, tantangan, dan ceritanya masing-masing. Mulai dari yang usil seperti Kyle James, yang tangguh seperti Udong, hingga satwa yang hadir karena faktor alam seperti si burung serindit, semuanya memberikan warna tersendiri dalam kehidupan sehari-hari di rumah.



You Might Also Like

0 Comments

Silahkan berkomentar yang sopan,jangan spam komentar

Like us on Facebook