![]() |
Fakta Menarik Kecombrang- Perbedaan Bunga Jaung dan Buah Tekalak Khas Dayak Benuaq.
Pencinta kuliner wajib tahu khususnya pecinta kuliner berbahan kecombrang wajib tau apa beda bunga dan buah kecombrang. Ini dia fakta menarik kecombrang serta perbedaan Bunga Jaung dan Buah Tekalak khas suku Dayak Benuaq yang unik dan kaya rasa.
Kenali perbedaan bunga kecombrang (jaung) dan buah kecombrang (tekalak) dalam budaya Dayak Benuaq.
Kecombrang merupakan salah satu tanaman rempah khas Indonesia yang dikenal memiliki aroma harum dan cita rasa unik.Di berbagai daerah, tanaman ini dimanfaatkan sebagai bumbu masakan hingga tanaman obat tradisional. Namun, di kalangan masyarakat Dayak Benuaq di Kalimantan Timur, kecombrang memiliki penyebutan yang berbeda untuk setiap bagiannya.
Bunga muda berwarna pink dikenal sebagai jaung, sedangkan buahnya yang masih muda atau sudah masak disebut tekalak.
Banyak orang hanya mengenal bunga kecombrang sebagai bahan kuliner atau bumbu masakan, padahal buah kecombrang juga memiliki manfaat dan cita rasa yang khas.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara bunga jaung dan buah tekalak?
Bunga Jaung- Si Pink Cantik Penyedap Masakan
Dalam bahasa Dayak Benuaq, tanaman kecombrang secara umum atau bagian kuncup bunganya sering disebut sebagai Jaung atau Bungen Jaung
Karakteristik- Bunga Pink Jaung yang digunakan untuk konsumsi biasanya berupa kuncup yang belum mekar sempurna, berwarna merah muda keunguan, dan memiliki batang yang berserat namun lunak di bagian dalam.
Penggunaan Kuliner- Bagi masyarakat Dayak Benuaq, Bunga Jaung adalah primadona dapur. Aromanya yang segar dan rasanya yang sedikit asam-sepat sangat cocok dipadukan dalam masakan tradisional seperti campuran aroma untuk masak ikan dalam daun pisang ( Pojot), campuran sambal, hingga masakan ikan sungai khas Kalimantan misal ikan rebus haruan atau ikan jelawat.
Buah Tekalak- Rasa Asam Kecut yang segar
Banyak orang hanya tahu bahwa kecombrang hanyalah sebatas bunga. Padahal, jika bunga tersebut dibiarkan tumbuh dan mengalami penyerbukan, ia akan berubah menjadi buah. Inilah yang disebut oleh masyarakat Dayak Benuaq sebagai Buah Tekalak.
Karakteristik- Buah Tekalak berbentuk bulat-bulat kecil yang berkerumun dalam satu bonggol besar (seperti gada). Kulit buahnya cenderung kemerahan atau cokelat saat matang, dan di dalamnya terdapat biji-biji kecil berwarna hitam yang diselimuti daging buah berminyak.
Penggunaan Untuk Mencok an- Berbeda dengan bunganya yang memberikan aroma, Buah Tekalak lebih diburu karena rasa asamnya yang pekat dan segar. Tekalak yang sudah matang isi dalam berwarna putih sering digunakan sebagai bahan utama untuk mencok karena rasa kecut segar.
Bunga Jaung (Bunga Kecombrang)
- Bagian tanaman Bunga muda
- Bentuk Kuncup bunga
- Warna Merah muda hingga merah
- Rasa Segar, sedikit asam
- Pemanfaatan Bumbu masakan, sambal, sayur
Tekalak Buah Kecombrang
- Bagian tanaman - Buah hasil perkembangan bunga
- Bentuk - Bulat bergerombol
- Warna - Merah tua saat matang,putih berbiji
- Rasa - Kecut walaupun sudah matang
- Pemanfaatan - Untuk mencok
Kesimpulan
Kecombrang bukan sekadar tanaman hias atau bumbu dapur biasa. Di kebiasan atau kehidupan masyarakat Dayak Benuaq, tanaman ini menjadi warisan tanaman yang kaya makna. Perbedaan Bunga Jaung dan Buah Tekalak terletak pada fase pertumbuhan dan fungsinya di dapur - Jaung (bunga) diandalkan untuk aromanya yang khas, sementara Tekalak (buah) diburu atau di tunggu agar bisa di panen karena rasa asam segarnya yang kuat untuk bahan utama mencok an.
Memahami pemanfaatan dan perbedaan Jaung dan Tekalak adalah bukti betapa selarasnya kehidupan masyarakat Dayak Benuaq dengan alam sekitar, mengubah satu tanaman menjadi berbagai macam nama dan kegunaan nya.


0 Comments
Silahkan berkomentar yang sopan,jangan spam komentar