Review: Pakai Micellar Water Acne Bertahun-tahun, Kenapa Nggak Ngaruh Bersihkan Make Up?

August 02, 2026


review-micellar-water-acne-tidak-bersihkan-makeup

Review: Pakai Micellar Water Acne Bertahun-tahun, Kenapa Nggak Ngaruh Bersihkan Make Up?

Halo beautiful souls,selamat datang kembali di blog pribadiku tempat aku biasa berbagi cerita random, keluh kesah, sampai review jujur seputar dunia skincare dan makeup. 

Bagaimana kabar kulit beautiful souls  hari ini? Semoga sedang baik-baik saja ya, dan kalaupun lagi ada jerawat yang mampir, tenang saja, kamu nggak sendirian kok,sama aku juga sih.

Ngomong-ngomong soal jerawat, hari ini aku mau membagikan sebuah cerita yang sebenarnya sudah lama banget ingin aku tulis. Ini adalah tentang rutinitas skincare-ku yang bisa dibilang sangat setia, tapi di sisi lain juga menyimpan sedikit kekecewaan.

Yap, sesuai dengan judul di atas, aku mau bikin Review Micellar Water Acne yang sudah aku pakai bertahun-tahun.,aku pakai produk gargnier dari 2014.

Bukan cuma sebulan atau dua bulan ya, tapi benar-benar bertahun-tahun sampai aku sendiri lupa sudah menghabiskan berapa puluh botol. 

Tapi uniknya, meskipun aku sangat setia dengan produk ini, ada satu kenyataan pahit yang harus aku akui , produk ini sama sekali tidak ngaruh bersihkan make up di wajahku,yang kombinasi ini  Lah, kok bisa? 

Kalau nggak ampuh untuk membersihkan make up, kenapa masih dipakai sampai bertahun-tahun? Nah, di sinilah letak keseruannya. Yuk, kita bahas santai sambil ditemani secangkir teh atau kopi favoritmu simak penjelasan nya.

Awal Mula Perjalanan Kulitku yang Mudah Berjerawat

Sebelum kita masuk ke review yang lebih dalam, aku mau kasih sedikit latar belakang tentang kondisi kulitku dulu. 

Kulit wajahku ini tipikal yang acne-prone alias gampang banget jerawatan dan wajah kombinasi komedo bandel tumbuh di hidung. 

Senggol sedikit jerawat, telat bersihkan muka  karena biasa nya aku ketiduran,sehingga muncul jerawat di dahi, stres mikirin cucian menumpuk atau gak punya duit akhir bulan pun bisa memicu jerawat baru.

Tapi uniknya selalu tumbuh di dahi dan dagu saja,di pipi sih ngak terlalu buat jerawat tumbuh subur.

Makanya, dalam memilih produk skincare, aku selalu ekstra hati-hati. Aku selalu mencari produk yang ada label Acne Care,For Acne-Prone Skin, atau yang mengandung bahan-bahan seperti salicylic acid dan pentahanol,ceramide.

Beberapa tahun yang lalu, tren double cleansing mulai booming di Indonesia. Katanya, kalau mau kulit bebas jerawat, kita wajib membersihkan wajah dua tahap sebelum tidur, terutama setelah seharian beraktivitas di luar rumah. Sebagai pejuang jerawat  dan komedo yang penurut, aku pun langsung berburu produk pembersih tahap pertama.

Pilihan pertamaku jatuh pada micellar water untuk jerawat. Kenapa? Karena formulanya berbahan dasar air, terasa ringan, tidak lengket, dan klaimnya bisa membersihkan kotoran sekaligus merawat kulit yang sedang meradang. Waktu pertama kali beli, rasanya bahagia banget karena merasa sudah menemukan "jodoh" untuk kulit sensitifku ini.

Mengapa Bisa Bertahan Bertahun-tahun Padahal Nggak Ngaruh?

Sekarang kita masuk ke pertanyaan sejuta umat,kalau memang tidak ngaruh bersihkan make up, kenapa kok betah banget pakai sampai bertahun-tahun?

Yah namanya juga kayak denial ibaratnya kita  suka ma orang,dah tau gak cocok tetap aja maksa berharap berubah hehe.

Jawabannya sederhana banget, teman-teman, karena produk ini super aman untuk kulitku yang rewel menerut ku awalnya. 

Selama bertahun-tahun menjalani pengalaman pakai micellar water khusus acne ini, wajahku sama sekali tidak pernah mengalami breakout parah akibat produk ini. Rasanya sangat adem di kulit, tidak memberikan efek ketarik setelah diusap, tidak bikin kulit kemerahan, dan harganya pun sangat bersahabat di kantong. 

Bagi pemilik kulit sensitif dan berjerawat, menemukan produk yang "tidak bikin masalah baru" itu adalah sebuah anugerah besar. 

Aku sering banget trauma mencoba produk baru karena ujung-ujungnya malah bikin bruntusan. Jadi, ketika ada satu produk yang aman-aman saja, aku cenderung membelinya secara berulang tanpa berpikir panjang. 

Setiap kali botolnya habis, aku langsung membelinya lagi secara otomatis saat belanja bulanan. Produk ini bertindak sebagai comfort zone alias zona nyaman dalam rangkaian skincare-ku. 

Aku menggunakannya setiap sore setelah pulang kerja atau bahkan walaupun cuma di rumah hari libur, sekadar untuk menghapus debu jalanan, keringat, dan sisa-sisa sunscreen harian. Untuk kebutuhan itu, jujur saja produk ini bekerja dengan sangat baik dan menyegarkan awalnya sih gitu

Namun, cerita kenyamanan ini langsung berubah total ketika aku mulai harus berhadapan dengan yang namanya makeup.

Review Jujur : Performa untuk Membersihkan Make Up

Punya kulit berjerawat dan pakai micellar water acne bertahun-tahun? Simak review jujur kenapa produk ini ternyata tidak ngaruh untuk membersihkan make up tebal

Masalah baru benar-benar muncul ketika  mulai rajin pake make up ke kantor atau kerja biar lebih segara dengan acara-acara yang mengharuskan aku memakai makeup lengkap. 

Mulai dari menghadiri pesta pernikahan teman, meeting penting dengan teman kerja,biar lebih fresh ketika ada yang ngajak berpoto, sampai acara keluarga yang menuntutku tampil dengan foundation tebal, bedak padat, pensil alis, eyeliner, dan tentu saja maskara waterproof.

Di sinilah Review Micellar Water Acne ini menemui titik terendahnya. Ketika aku mencoba menggunakannya untuk membersihkan make up, performanya benar-benar membuatku frustrasi. 

Mari kita bayangkan prosesnya bersama-sama. Biasanya, kalau hanya menghapus debu atau sunscreen harian, aku cukup menghabiskan satu atau maksimal dua lembar kapas saja. Kulit langsung terasa bersih dan segar. 

Tapi, begitu dihadapkan dengan makeup yang sedikit tebal, dua lembar kapas itu rasanya seperti tidak melakukan apa-apa,sekali swipe gak benar-benarnya membersihkan sisa make up menurutku

Disitulah letak stress nya aku sebagai beauty blogger.

Kapas pertama aku usapkan ke pipi yang dilapisi foundation dan concealer Hasilnya? Kusam. Makeup hanya bergeser di permukaan kulit, bukannya terangkat dengan sempurna. 

Aku ambil kapas kedua, ketiga, keempat, bahkan sampai kapas kelima, Permukaan kapasnya memang berubah warna menjadi cokelat karena sisa foundation,eyeshadow, tapi ketika aku berkaca di bawah lampu yang terang, aku masih bisa melihat dengan jelas bahwa pori-pori wajahku masih tersumbat oleh sisa bedak.

Kondisinya semakin parah dan menyedihkan saat aku mencoba menghapus makeup di area mata. Eyeliner dan maskara waterproof sama sekali tidak bergeming

Alih-alih terhapus dengan bersih, sisa maskara justru luntur ke area bawah mata dan membuatku terlihat seperti panda yang kelelahan. 

Aku harus menggosok kelopak mataku berulang kali dengan agak keras agar maskaranya atau eyeshadow mau luntur. 

Akibatnya, kulit di sekitar mataku menjadi merah, perih, dan beberapa helai bulu mataku malah rontok. Duh, sedih banget rasanya

Puncak kekecewaanku adalah saat aku melanjutkan proses pembersihan ke tahap kedua menggunakan facial wash dan disusul dengan penggunaan toner di kapas. 

Pas aku usap kapas yang diberi toner ke wajah jeng jeng. Kapasnya masih berwarna kecokelatan. Ini membuktikan bahwa micellar water untuk jerawat yang aku andalkan selama ini gagal total dalam memberikan hasil hapus make up bersih.

Sisa makeup masih menempel erat di kulit wajahku yang rentan jerawatan ini.

Menemukan Solusi Baru: Konsep Double Cleansing yang Benar


Karena sadar bahwa memaksakan satu produk ini untuk segala kondisi malah bisa merusak kulit ,akibat gosokan kapas yang terlalu keras, dan memicu jerawat baru

Karena sisa makeup yang menyumbat pori, aku akhirnya memutuskan untuk mengubah strategi perawatanku. Aku tidak membuang produk lamaku, melainkan merombak cara aku melakukan double cleansing

Kini, aku membagi rutinitas pembersihan wajahku menjadi dua skenario yang berbeda,

  • Tampil apa adanya kayak Cod Musang haha alias tanpa Makeup: Jika seharian aku hanya di rumah saja atau hanya pergi keluar sebentar menggunakan sunscreen spf 50 dan bedak dingin tebal.


Aku akan tetap setia menggunakan  micellar water untuk jerawat kesayanganku ini. Performa untuk membersihkan debu dan minyak berlebih masih juara, aman, dan menyegarkan kulit tanpa drama.

  • Makeup untuk acara formal : Jika aku pulang dengan wajah penuh kosmetik tebal, aku akan menyimpan dulu micellar waterku. 

Sebagai langkah pertama, aku beralih menggunakan cleansing balm atau  cleansing oil. Produk berbasis minyak ini jauh lebih ampuh dan cepat dalam melarutkan foundation tebal serta maskara waterproof tanpa perlu digosok kua - kuat. 

Setelah makeup meleleh dan dibilas air, barulah aku menyekanya dengan micellar water acne untuk memastikan sisa minyaknya terangkat, lalu dilanjutkan dengan sabun cuci muka.

Sejak menerapkan kombinasi sistem ini, kulitku jadi jauh lebih bahagia. Aku tetap bisa menikmati kelembutan produk acne favoritku, dan di sisi lain, aku juga mendapatkan hasil hapus make up bersih yang maksimal tanpa takut memicu bruntusan baru akibat sisa kosmetik yang tertinggal.

Kesimpulan Menggunakan Micellar Water

Dari pengalaman pakai micellar water selama bertahun-tahun ini, aku bisa menarik kesimpulan yang cukup adil. 

Produk pembersih khusus jerawat ini adalah pilihan yang sangat luar biasa bagus untuk perawatan kulit sehari-hari yang ringan.

Tapi  tergantung jenis kulit berpengaruh atau tidak nya suatu produk tidak bisa di sama ratakan,ada yang cocok,memang ada yang ngak cocok

Itulah guna nya ada berbagai macam jenis produk kecantikan,tinggal pintar pintar kita aja memilih kandungan yang cocok buat wajah sensitif.

Produk ini ramah untuk kulit sensitif, tidak memicu jerawat baru, dan sangat nyaman dipakai berulang kali dalam jangka panjang.

Namun, jika ekspektasi kalian adalah mencari satu produk ajaib yang serba bisa, termasuk untuk merontokkan makeup tebal atau produk waterproof, maka produk ini dengan jujur aku katakan tidak ngaruh bersihkan make up,kalian akan membuang-buang banyak kapas dan waktu berharga kalian secara sia-sia.

Saran dariku untuk sesama pejuang kulit berjerawa, jangan takut untuk mengombinasikan produk pembersih berbasis minyak (cleansing oil/balm) saat sedang memakai kosmetik.

Kuncinya adalah mengenali kapan kulit kita butuh kelembutan air, dan kapan kulit kita butuh kekuatan minyak untuk membersihkan diri secara total.

Bagaimana dengan beautiful souls Apakah ada yang punya pengalaman serupa dengan produk pembersih wajah kalian? Yuk, jangan ragu untuk tulis cerita dan pendapat kalian di kolom komentar di bawah ya,Sampai jumpa di review jujur berikutnya




You Might Also Like

0 Comments

Silahkan berkomentar yang sopan,jangan spam komentar

Like us on Facebook