Pengalaman Memelihara Klaweit Di Rumah

June 26, 2021

Pengalaman Memelihara Klaweit Di Rumah
 

Suka Duka dan Keunikan Memelihara Klaweit di Rumah: Kisah Kyle dan Kendal

Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya berbagi atap dengan hewan liar yang tangkas, super aktif, dan tidak punya ekor? Kalau biasanya orang-orang memelihara kucing atau anjing, rumahku pernah menjadi saksi bisu dari hebohnya merawat dua ekor Klaweit atau owa-owa kalimantan (Hylobates albibarbis).

Menjadikan hewan primata ini sebagai bagian dari keluarga adalah sebuah pengalaman yang sangat unik, menarik, menyenangkan, sekaligus luar biasa menantang. Jauh berbeda dengan hewan peliharaan lain yang pernah kurawat. 

Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi sejak awal,klaweit adalah hewan liar yang terbiasa hidup bebas di  pohon atau hutan belantara.

Ketika mereka harus berdampingan dengan manusia, diperlukan komitmen dan perawatan yang benar-benar khusus.

Berikut adalah catatan harian  berdasarkan pengalamanku memelihara sepasang Klaweit bernama Kyle dan Kendal.


Karakteristik Unik Klaweit: Si Alim yang Berubah Jadi Usil

Ada satu anomali menarik yang aku perhatikan dari perilaku Klaweit. Jika kita melihat mereka di habitat aslinya hutan hujan tropis.

Klaweit cenderung terlihat tenang calm. Mereka jarang sekali merusak atau mengganggu tanaman sayuran dan pisang milik para petani di ladang. 

Sangat berbeda dengan monyet ekor panjang yang terkenal agresif dan suka menjarah hasil bumi sejak dari alam liar.

Namun, plot twist terjadi ketika Klaweit sudah tinggal dan dirawat oleh manusia di lingkungan rumah,sifat aslinya seolah berbalik 180 derajat

  • Klaweit di Rumah: Menjadi sangat usil dan punya bakat merusak yang tinggi. Tanaman yang kita tanam dengan rapi di pekarangan rumah sering kali dicabut secara iseng, lalu dimakan begitu saja.
  • Monyet Ekor Panjang di Rumah: Sebaliknya, monyet ekor panjang yang kupelihara justru cenderung lebih kalem dan tidak terlalu mengganggu tanaman ynag ditanam kayak cabai,bunga kecombrang di pekarangan rumah setelah hidup berdampingan dengan manusia.

Perbedaan sifat yang bertolak belakang inilah yang membuat petualangan merawat Klaweit menjadi penuh kejutan setiap harinya.


Dari Layar Kaca Menjadi Kenyataan


Sebelum tahun 2016, aku sama sekali belum pernah melihat wujud asli Klaweit secara langsung. Pengetahuan pertamaku tentang primata ini murni hanya berasal dari tayangan televisi di Metro TV. 

Waktu itu ada sebuah acara dokumenter yang menayangkan seorang bule asal Kanada bernama Aurelien Brulé (yang akrab dipanggil Chanee) yang mendirikan yayasan untuk menyelamatkan dan merawat kalaweit di Kalimantan Tengah.

Dari layar televisi itulah aku mulai kagum,fisiknya begitu khas:

  • Memiliki lengan dan tangan yang hitam dan sangat panjang.
  • Sama sekali tidak memiliki ekor.
  • Sangat tangkas bergelayutan dari satu pohon ke pohon lain.


Karena aku pada dasarnya sangat menyukai warna hitam, melihat owa-owa berbulu gelap tersebut membuatku langsung jatuh hati. 

Kecintaan ini sebenarnya sudah ada sejak kecil, bahkan dulu aku sampai dibuatkan boneka yang dibentuk semirip mungkin dengan kalaweit. 

Sebuah boneka legendaris yang mungkin anak-anak zaman sekarang yang sudah sibuk main smartphone sejak balita tidak akan pernah tahu rasanya.

Hingga akhirnya pada tahun 2016, takdir membawa dua ekor Klaweit asli ke rumahku.

Awalnya, aku mengira mereka berdua berjenis kelamin perempuan, makanya aku beri nama Kyle dan Kendal (terinspirasi dari Jenner bersaudara). 

Eh, usut punya usut setelah agak besar baru ketahuan kalau mereka berdua ternyata adalah owa jantan! Tapi karena sudah terlanjur sayang dan terbiasa, nama Kyle dan Kendal tetap melekat sampai sekarang.


 Perjuangan Merawat Kyle dari Umur Nol Bulan

Merawat bayi Klaweit itu tingkat kesulitannya tidak ada bedanya dengan merawat bayi manusia. Aku mengadopsi dan merawat Kyle benar-benar dari usia nol bulan. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya?

Setiap hari aku harus menyiapkan dua jenis botol dot: satu dot khusus untuk susu formula (aku pakai SGM tahapan 0–6 bulan) dan satu dot lagi khusus untuk air putih matang. Konsekuensi paling berat adalah harus rela begadang setiap malam

Persis seperti bayi manusia, Kyle akan terbangun di tengah malam, menangis dengan suara khasnya karena lapar atau haus dan meminta susu.

Untuk tidurnya, Kyle aku taruh di dalam ayunan kain, lengkap dengan kain bedong yang membungkus tubuhnya agar dia merasa hangat dan aman. 

Kedekatan yang dibangun sejak bayi ini membuat Kyle menganggapku sebagai induk kandungnya sendiri. Dia sangat lengket, posesif, dan susah sekali jika harus berpisah denganku.

Kemanapun aku pergi, bahkan saat naik sepeda motor, Kyle selalu ikut menempel di badan. Ketika umurnya beranjak lebih besar, ketergantungan ini tidak berkurang. Kyle menolak tidur sendiri dan harus tidur di dalam satu kasur bersamaku. 

Drama akan langsung terjadi kalau aku tinggal pergi bekerja; dia akan menangis histeris di rumah dan melakukan aksi mogok makan sampai aku pulang ke rumah.

Kelakuan protektifnya juga terlihat saat aku pulang kerja membawa kantong plastik belanjaan. Kyle akan langsung mengadang dan marah besar jika dia tidak diberi kesempatan untuk memeriksa isi plastik tersebut terlebih dahulu. 

Dia harus menjadi pihak pertama yang membuka dan membongkar isinya. Lucunya (sekaligus bikin pusing), apa pun isi di dalam plastik itu bahkan sabun mandi sekalipun—akan coba digigit dan dimakan oleh Kyle karena rasa penasarannya yang tinggi.


 Sisi Liar Si "Hewan Toxic" yang Membuat Keributan Rumah


Memelihara dua ekor Klaweit sekaligus di dalam rumah berarti harus siap mental menghadapi tingkat kebisingan dan kekacauan yang luar biasa. 

Kyle dan Kendal adalah duo perusak yang sangat aktif. Rumah yang semula rapi bisa berubah menjadi kapal pecah dalam sekejap karena ulah mereka yang suka menghamburkan barang-barang.

Berikut adalah beberapa daftar kenakalan Kyle dan Kendal yang sukses membuatku mengelus dada:


 1. Merusak Perabotan Rumah Tangga

Dua buah dispenser air minum di rumah menjadi korban keganasan tangan panjang mereka hingga rusak total. Tidak hanya itu, peralatan dapur, wadah tempat minum, hingga stok bawang dan sayur-sayuran yang ada di dapur sering diacak-acak dan dihamburkan ke lantai.

 2. Sangat Anti dan Agresif Terhadap Anak-Anak

Ini adalah salah satu sifat buruk mereka yang paling bikin pusing. Kyle dan Kendal entah kenapa sangat benci atau anti terhadap anak kecil, baik laki-laki maupun perempuan.

 Setiap kali ada anak kecil yang lewat atau masuk ke rumah, dengan gerakan secepat kilat mereka akan langsung menyergap (hap-hap) dan menggigit anak tersebut sampai menangis histeris. Kemungkinan besar sifat agresif ini muncul karena mereka sangat posesif dan menganggapku sebagai ibu mereka, sehingga mereka cemburu dan merasa terancam jika ada anak kecil yang mendekat. 

Akibat sifat "toxic" kedua Klaweit ini, anak-anak tetangga sampai takut dan tidak ada lagi yang berani berkunjung untuk bermain dengan keponakanku di rumah.

 3. Hobi Mencuri Uang dan Alat Make-Up

Meletakkan barang berharga di rumah adalah pantangan besar. Kyle dan Kendal sangat pintar membuka resleting tas dan mengobrak-abrik isinya

. Mereka suka mengambil lembaran uang kertas untuk digigit dan dirobek. Korban favorit lainnya adalah peralatan make-up milikku. 

Pernah suatu hari mereka mencuri satu wadah krim wajah (cream serum) yang baru saja kubeli dan belum sempat dibuka sama sekali. Krim mahal itu dibawa kabur untuk mainan, dilempar sana-sini, dan ditinggalkan sembarangan di sudut rumah.

Meski sering membuat gemas dan kesal karena kenakalannya, aku harus mengakui bahwa kehadiran Kyle dan Kendal juga menjadi hiburan terbaik. 

Di saat aku sedang patah hati, stres, atau memiliki banyak masalah pekerjaan, melihat tingkah konyol dan nakal mereka berdua entah bagaimana bisa meredakan amarah dan membuatku tersenyum kembali.

 Hubungan Antar-Hewan Peliharaan dan Kisah Si "Midal"

Uniknya, Kyle dan Kendal ini bisa membangun pertemanan dengan hewan peliharaan lain yang ada di rumah, seperti dengan Noncik (musang nakal peliharaanku terdahulu) dan beberapa ekor kucing rumah. Namun, namanya juga hewan usil, interaksi mereka dengan kucing sering kali berujung bahaya.

Klaweit memiliki kemampuan memanjat yang luar biasa berkat tangan panjangnya. Pernah suatu hari, salah satu dari mereka menggendong anak kucing yang masih kecil, membawanya memanjat sampai ke atas atap rumah, lalu meninggalkannya begitu saja di atas sana. 

Untungnya, Klaweit peliharaanku ini sudah lama tinggal dengan manusia sehingga mereka bisa mengerti beberapa perintah dalam bahasa lokal.

Ketika aku melihat anak kucing itu terjebak di atap, aku langsung menegur mereka, "Kyle, Kendal, bawa anak kucing yang di atas atap itu turun ke bawah

Hebatnya, tidak butuh waktu lama bagi salah satu owa untuk kembali memanjat atap, mengambil anak kucing tersebut, dan membawanya turun kembali ke tanah. 

Sayangnya, mungkin karena cara memegangnya yang terlalu erat atau sempat digigit gemas, perut anak kucing tersebut terluka parah. 

Proses penyelamatan anak kucing itu memakan waktu hingga satu bulan penuh dengan memberikan antibiotik Amoxicillin secara teratur sampai lukanya benar-benar kering dan sembuh. Anak kucing yang tangguh itu akhirnya kuberi nama "Midal", yang merupakan singkatan dari Meong Kendal alias kucing kendal


 Mengenal Lebih Dekat Owa-Owa Klaweit (Hylobates albibarbis)


Secara ilmiah, Klaweit atau klawet merupakan primata dari keluarga Hylobatidae. Hewan ini memiliki sebaran habitat asli di hutan hujan tropis wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, mulai dari India, China, Bangladesh, Malaysia, hingga pulau-pulau di Indonesia seperti Kalimantan, Jawa, dan Sumatra.

Ada berbagai macam penyebutan lokal untuk primata eksotis ini di pulau Kalimantan dan sekitarnya:

  • Klawet / Klaweit, Sebutan oleh masyarakat suku Dayak Benuaq dan Dayak Ngaju.
  • Lempiau: Sebutan yang biasa digunakan oleh masyarakat di daerah Kapuas Hulu.
  • Bahasa Inggris: Dikenal dengan nama white-bearded gibbon, Bornean agile gibbon, atau southern gibbon.


Ciri Khas Fisik dan Perilaku Klaweit

Berdasarkan pengamatan langsung di rumah, Klaweit memiliki beberapa karakteristik fisik dan kebiasaan yang sangat menonjol:

  • Tampilan Fisik: Warna bulunya merupakan perpaduan antara abu-abu dan hitam. Mereka memiliki mata yang cenderung agak besar dengan hidung yang pesek, memberikan ekspresi wajah yang unik.
  • Proporsi Tubuh: Tubuhnya relatif kecil dan ramping, namun memiliki sepasang lengan/tangan yang sangat panjang dibandingkan ukuran tubuhnya, serta sama sekali tidak memiliki ekor. Postur inilah yang mendukung kelincahan mereka untuk bergerak kesana-kemari dengan teknik brakiasi (bergelayutan).
  • Alarm Subuh: Ini adalah ciri khas yang paling tidak bisa dihilangkan. Setiap pagi menjelang subuh, Kyle dan Kendal pasti sudah bangun dan mengeluarkan suara nyanyian pagi yang nyaring terdengar seperti "kwak-kwok kwak-kwok"* Suara ini sekaligus menjadi jam weker alami bagi seisi rumah.
  • Pola Tidur: Di alam liar, mereka biasanya cepat tidur di sore hari dan jam 5 pagi sudah bangun untuk mulai bergelayutan kembali. Namun, karena sudah lama tinggal bersama manusia, pola hidup mereka agak bergeser. Kyle dan Kendal bahkan memiliki kebiasaan baru, yaitu suka bangun di tengah malam hanya untuk meminta makan, lalu kembali tidur sampai subuh.
  • Energi Tanpa Batas: Jika sudah dikeluarkan dari kandang, perilaku mereka akan sangat aktif dan tidak kenal lelah. Mereka akan terus bermain sambil menghamburkan apa saja yang bisa mereka raih.


Kesetiaan yang Mengagumkan (Monogami)

Satu fakta ilmiah tentang Klaweit yang membuatku benar-benar menaruh rasa hormat yang tinggi adalah fakta bahwa mereka adalah hewan monogami.

Klaweit adalah tipe hewan yang sangat setia dan hanya memiliki satu pasangan saja seumur hidup mereka.

Jika pasangannya mati, Klaweit rela hidup menyendiri atau menduda atau menjanda selama sisa hidup mereka tanpa mencari pasangan baru.

 Di dunia hewan yang keras, tingkat kesetiaan dan komitmen emosional seperti ini sungguh luar biasa dan patut diteladani.


 Menu Makanan Sehari-Hari Kyle dan Kendal


Banyak orang mengira makanan Klaweit hanyalah buah-buahan. Memang benar, makanan pokok utama Kyle dan Kendal adalah pisang dan aneka buah segar lainnya. Mereka juga suka sesekali mencuri telur ayam di kandang.

Namun, karena sudah terbiasa dengan pola konsumsi manusia di rumah, menu makanan mereka menjadi jauh lebih bervariasi. Jika mereka sedang bosan makan pisang, mereka akan meminta makan nasi. Cukup satu genggam nasi saja sudah bisa membuat perut mereka kenyang.

Klaweit ku ini juga sangat suka makan cokelat, gorengan, dan pada dasarnya apa pun makanan yang sedang aku makan, mereka pasti akan meminta bagian yang sama. Jika aku sedang makan atau membeli sesuatu dan tidak membaginya kepada mereka, mereka akan langsung mengamuk, marah-marah, sambil memukul-mukul dinding rumah sebagai protes.


 Manajemen Kesehatan: Merawat Klaweit Saat Sakit

Karena sifat mereka yang sangat aktif dan suka memasukkan benda atau makanan sembarangan ke dalam mulut, Kyle dan Kendal tidak jarang mengalami masalah kesehatan seperti sakit perut, diare, demam, hingga flu.

Sebagai pemilik, aku harus bertindak sebagai perawat darurat dengan memberikan obat-obatan esensial manusia dengan dosis yang disesuaikan. Beberapa obat yang selalu siap sedia di rumah antara lain Lafifed (untuk flu), Nifudiar (untuk diare/sakit perut bakteri), serta suplemen probiotik seperti L-Bio untuk menjaga pencernaan mereka ketika mulai terganggu akibat makan sembarangan.

 Tips Memberikan Pertolongan Obat ke Klaweit


Memberikan obat pada hewan primata yang cerdas dan kuat seperti Klaweit tentu tidak mudah. Mereka bisa menolak atau membuang obat jika tahu rasanya pahit. Berikut adalah tiga metode efektif yang biasa aku terapkan di rumah:

  • Disisipkan ke Dalam Buah (Pisang): Ini adalah cara yang paling mudah. Potong sedikit buah pisang, buat lubang di tengahnya, lalu sisipkan obat tablet atau kaplet di dalamnya. Klaweit yang kelaparan biasanya akan langsung menelan potongan pisang tersebut bulat-bulat tanpa menyadari ada obat di dalamnya.
  •  Menggunakan Pipet Tetes: Untuk obat berbentuk sirup atau bubuk yang sudah dilarutkan dengan sedikit air, masukkan cairan obat ke dalam pipet. Pegang tubuh owa dengan lembut, buka mulutnya secara perlahan, lalu teteskan obat menggunakan pipet langsung ke bagian dalam mulutnya. Tahan sebentar sampai dipastikan mereka menelannya.
  • Dicampur ke Dalam Dot Minuman: Jika kedua cara di atas sulit dilakukan karena owa terlalu berontak, larutkan obat (seperti paracetamol sirup atau L-Bio) ke dalam dot air putih atau dot susu formula favorit mereka. Rasa manis dari susu biasanya akan menyamarkan rasa obat sehingga mereka mau meminumnya sampai habis.


 Perilaku Unik Saat Demam

Ada satu momen mengharukan sekaligus unik yang selalu terjadi setiap kali Kyle atau Kendal sedang mengalami sakit demam.

 anpa perlu disuruh atau dimasukkan ke kandang, mereka secara sukarela akan memanjat ke atas tempat tidurku. Mereka memilih untuk berbaring dan rehat di atas kasur layaknya manusia yang sedang bedrest.

Ketika pertama kali melihat fenomena ini, aku sempat kaget. Menariknya lagi, saat mereka sedang sakit di atas kasur, mereka akan memperhatikan gerak-gerikku. Jika aku terbangun dari tidur, mereka pun akan ikut terbangun, seolah-olah merasa takut kalau-kalau aku akan memarahi mereka karena telah mengotori atau menaiki kasur.

Melihat pemandangan yang memelas itu, aku biasanya hanya berpura-pura tidak tahu dan membiarkan mereka tetap nyaman tidur di atas kasur agar suhu tubuhnya bisa segera stabil dan mereka bisa lekas sehat kembali.


 Kesimpulan: Komitmen di Balik Keusilan


Sampai dengan saat ini, Kyle dan Kendal masih terus bersamaku. Karakter ganda mereka tetap tidak berubah: jika sedang dimasukkan ke dalam kandang, penampilan mereka akan terlihat sangat alim, tenang, dan menggemaskan. 

Namun, jangan sekali-kali mencoba melepaskan mereka dari kandang jika tidak siap mental, karena dalam sekejap sifat nakal, usil, dan perusak mereka akan langsung keluar tanpa ampun.

Memelihara Klaweit bukanlah sebuah hobi yang bisa dilakukan dengan setengah-setengah atau sekadar ikut-ikutan tren.

Mereka adalah makhluk hidup dengan kecerdasan emosional yang tinggi, memiliki sifat cemburu, posesif, dan membutuhkan perhatian medis serta nutrisi yang ekstra.

Pengalaman memelihara Kyle dan Kendal telah memberikan banyak warna, tawa, sekaligus kerepotan yang tidak akan pernah kutukar dengan apa pun. 

Mereka bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan bagian dari cerita hidupku yang paling berkesan di tanah Kalimantan.

You Might Also Like

0 Comments

Silahkan berkomentar yang sopan,jangan spam komentar

Like us on Facebook