CULTURE CORNER | BUDAYA DAYAK BENUAQ

 

ulap tumpar khas benuaq kutai barat
ULAP DAYAK BENUAQ


Katarina Notes    BUDAYA DAYAK BENUAQ

Benuaq sendiri berasal dari kata Benua dalam arti luas berarti suatu wilayah atau daerah teritori tertentu, seperti sebuah kampung yang dihuni beberapa orang yang mempunyai aktivitas seperti bercocok tanam,belian.

Menurut cerita pula asal kata Benuaq merupakan istilah untuk penyebutan oleh orang Kutai, yang membedakan dengan kelompok Dayak lainnya yang masih hidup nomaden atau berpindah-pindah tempat tinggal. Orang Benuaq telah meninggalkan budaya nomaden. Mereka adalah orang-orang yang tinggal di Benua ( kampung ) yang ciri khasnya ada lou lama-kelamaan menjadi Benuaq. Sedangkan kata Dayak menurut aksen Bahasa Benuaq berasal dari kata Dayaq atau Dayeuq yang berarti hulu.

Suku Dayak Benuaq adalah suku asli yang menduduki wilayah Kabupaten Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur-Indonesia dayak benuaq  memeliki kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa,dari adat ritual penyembuhan secara tradisonal ( Beliant) adat pernikahan,hingga upacara adat kematian ( Took,Kwangkai,Kenyau,dan Nalint Taun),tanah adat,rumah adat ( Lou),Kesenian (Rijoq),Pakaian adat Ulap Doyo sulam tumpar dan batik khas,ayaman rotan ( berangka,anjat atau gawangk,ongkeng),setiap tradisi yang dilestarikan memiliki makna dan nilai di masyarakat adat.

Suku Dayak Benuaq memiliki adat dan budaya yang beragam mulai dari tradisi adat dan kesenian yang di wariskan dan di pertahankan secara turun temurun sampai sekarang.

Berikut ada beberapa hal yang menarik dari suku dayak benuaq memiliki upacara adat seperti : 

Upacara adat Belian

  • Upacara adat Belian adalah ritual adat penyembuhan penyakit dan tolak bala ( bencana),dan untuk mendapatkan anugrah keselamatan
    PERALATAN UNTUK BELIANt YANG DISIAPKAN :
  • Menyiapkan dupa dari Luwek dan Geingt dan Penabuh Gendang,yang di dendangkan setiap malam
  • Pembukaan beliant di lakukan oleh pemeliant profesional yang di percaya mempunyai kemampuan khusus untuk berbicara dengan roh dan arwah para leluhur dengan papat atau mantra khusus sehingga leluur atau arwah dapat memberikan tahukan apa sakit.
  • Menari - orang yang sakit ditengah sambil si pemeliant menari dengan para pengikut
  • Pengobatan: Belian melakukan ritual pengobatan kepada yang sakit atau pasien dengan menggunakan berbagai media seperti ramuan herbal, mantra-mantra, dan darah babi di teteskan atau di percik kan yang dipercayakan akan sembuh.

    Makna Upacara Belian :
  • Dipercaya secara turun temurun beliant di baca belient penyembuha tradisional dapat menyembuhkan penyakit non medis seperi sakit kena kutu
  • Keseimbangan antara dunia manusia dan dunia lain gaib alam roh
  • Persatuan - dengan adanya beliant memperatkan hubungan kekeluragaan dan tetangga karena apa ? ya karena mereka pergi bantu masak ayam babi sapi tumpi kelompak,ketemua satu sama lain sambil bercerita.
Upacara Beliant merupakan tradisi yang masih dilestarikan oleh suku Dayak Benuaq dan Tunjung hingga saat ini. Upacara ini merupakan bagian penting dari budaya dan kepercayaan  walaupun sudah modern tersedia rumah sakit,tetap mereka akan mengadakan ritual beliant kalau menurut hemat saya membuat acara beliant anggaran lebih mahal daripada ke rumah sakit.

UPACARA ADAT KEMATIAN KWANGKEY

Upacara adat kematian Dayak Benuaq dikenal dengan nama Kwangkey. Upacara ini merupakan puncak dari serangkaian ritual kematian yang bertujuan untuk mengantarkan roh leluhur ke alam baka. Kwangkay biasanya dilakukan beberapa tahun setelah kematian, ketika tengkorak orang yang meninggal sudah bisa dipisahkan dari badannya.

Ritual Kwangkai adalah tulang belulang dari pemakaman terdahulu dipindahkan ke rumah adat yang bagus untuk diadakan ritual ngerangkau bersama cara puncak dengan memotong kerbau.
Rangkaian upacara adat kwangkai : 
  • Menjemput Tulang: Keluarga dan tetangga berkumpul di rumah adat untuk menjemput tulang-belulang leluhur dari tempat pemakaman atau biasa di sebut dengan nulang mate beno artinya angkat tulang beno
  • Memasukkan Tulang ke Peti kuburan dibuat lebih bagus: Tulang-belulang leluhur dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kuburan satu satu tempat semua tulang-tulang yang diangkat dimasukan kepeti mati yang dihiasi dengan ukiran dan kain tradisional robet batik 
  • Ritual Adat: Upacara adat dipimpin oleh seorang pengeuara yang membacakan mantra-mantra dan doa tiap malam memanggil leluhur
  • Menari atau ngerangkau : Para tamu undangan menari bersama untuk menghormati leluhur yang telah meninggal mengendong tengkorak.
  • Penyembelihan Hewan: Hewan kurban seperti kerbau atau babi,sapi disembelih untuk dimasakdna dimakan secara bersama-sama semua kerabat yang hadir,biasa nya sih kebo sapi babi diantar juga ke makam katanya sih kasih makan arwah dan para leluhur juga bisa lapar pengen makan enak.
  • Menyimpan Peti Mati: Peti mati disimpan di dalam rumah adat atau di tempat khusus yang disebut Tempelaq,kalau tidak ada tempelaq atau garai ya di buat makam khusus yang bagus.
Makna upacara Kwangkay
  • Balas Budi: Kwangkay merupakan bentuk balas budi kepada leluhur yang telah melindungi dan memberikan kehidupan kepada keluarga jadi saatnya ketika leluhur mati anak cucu memberikan makan dengan cara semblih kerbau di buat pesta pora.
  • Penghormatan: Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal.
  • Persatuan: Kwangkay mempererat tali persaudaraan antar keluarga dan tetangga.
  • Keseimbangan: Upacara ini menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan alam baka atau Lumut.
UPACARA ACARA KEMATIAN ADAT TOOK DAYAK BENUAQ

Upacara adat kematian suku Dayak Benuaq dikenal dengan nama Took atau Paramp Api Benuaq. Upacara ini merupakan puncak dari serangkaian ritual kematian yang bertujuan untuk mengantarkan roh keluarga roh leluhur ke alam baka atau lumut. Took Benuaq biasanya dilakukan beberapa setelah dikubur setelah 7 hari meninggal akan diadakan acara adat kematian took dan paramp api.

Took memiliki makna yang sangat luas didakan agar roh orangmeninggal ikhlas kalau tau bahwa tempat yang dulu jadi rumahnya bukan tempatnya lagi sudah berpindah alam ke alam baka atau biasa Lumut


Ritual  Kwangkai adalah  tulang belulang dari pemakaman terdahulu dipindahkan ke rumah adat yang bagus untuk diadakan ritual ngerangkau bersama cara puncak dengan memotong kerbau.

 

ASAL USUL SUKU BENUAQ 

Dikutai Barat suku dayak benuaq merupakan suku terbesar yang mendiami wilayah dari kec nyuatan sampai ke kecamatan Bongan,Jempang,Damai,Muara Lawa,Muara Pahu,Kec Bentian Kec Siluq Ngurai.

Menurut cerita leluhur nenek moyang orang benuaq adalah Aji Tulur Jejangkat dan Mook Manar Bulatn. Mereka mempunyai keturunan bernama Nara Gunaq menjadi orang Benuaq, Sualas Gunaq leluhurnya orang Tonyoi atau Tunjung, Puncan Karnaq leluhurnya orang Kutai.

Orang Benuaq di kawasan hilir Mahakam dan Danau Jempang dan sekitarnya hingga Bongan dan Sungai Kedang Pahu mengaku mereka keturunan Seniang Bumuy.

Seniang Jatu dipercaya merupakan leluhur orang Benuaq di kawasan Bentian dan Nyuatan. Dikisahkan bahwa Seniang Jatu diturunkan di Aput Pererawetn, tepi sungai Barito, sebelah hilir Kota Muara Teweh (Olakng Tiwey).

Kedatangan suku ( orang Lewangan, Teboyan, ) dari Kalimantan Tengah justru berasimilasi dengan Orang Benuaq, dan ini menyebabkan Orang Benuaq mempunyai banyak dialek.

Contoh suku benuaq yang mendiami kampung eheng mereka mengaku mereka dayak idant dengan penutur bahasa benuaq Gas di baca ges,sandal di baca sandel,semua ucapan hari-hari di akhiri dengan es

Benuaq yang mendiami kec siluq ngurai dan muara lawa contoh menyebut nyamuk itu Kiongo,dan Batuk Itu nyiker,becek itu Puteq

Sedangkan benuaq yang mendiami daerah nyuatan menyebut nyamuk itu Piongo,batuk itu bahasa benuaq nyuatan niker neter,becek itu Payaq

Sedangkan orang Benuaq di kawasan hulu Kedang Pahu mengaku mereka keturunan Ningkah Olo. 

Menurut legenda Ningkah Olo pertama kali turun ke bumi, menginjakkan kakinya di daerah yang disebut dalam Bahasa Benuaq, Luntuq Ayepm (Bukit Trenggiling).

Tempat ini diyakini sebagai sebuah bukit yang merupakan ujung dari Jembatan Mahakam, Samarinda Seberang, Kota Samarinda. 

Sisa Suku Dayak Benuaq di Kota Samarinda, akhirnya menyingkir ke utara kota, di kawasan Desa Benangaq, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. 

Jadi menurut orang Dayak Benuaq justru merekalah yang pertama menjejakkan kaki di Bumi Samarinda jauh sebelum Kerajaan Kutai resmi berdiri pada abad 4 M. 

Sehingga sebagian orang benuaq berangsung-angsur menuju muara Sungai Mahakam bermukim di Jahitan Layar dan Tepian Batu dan sekitarnya. 

Sebagian yang menuju muara Mahakam, selanjutnya berlayar atau menetap ke arah selatan (Balikpapan, Paser dan Penajam).

Hal ini mungkin bisa menjelaskan hubungan kekerabatan Dayak Benuaq dan Paser. Orang Benuaq di Kecamatan Bongan, Kutai Barat, berbahasa Benuaq berdialeq Paser Bawo.  

Sebagian keturuanan orang benuaq yang masih tertinggal di Tenggarong, bermukim di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang dan Jahab

Tokoh Dayak Benuaq yang berpengaruh salah satu Bapak Rama Asia bupati perintis Kabupaten Kutai berasal dari Kec Nyuatan.

Benuaq masih menjunjung tinggi adat dan istiadat,masih berladang berpindah menugal atau ngasek,pernikahan adat,ucapara ada kematian ( Took,Kuangkai),Nalintn Taun,

Ketika ada orang yang meninggal ada acara tujuh hari paremt api atau TOOk untuk memberi tahu arwah  bahwa tempatnya sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Bagi orang yang mampu bisa wara untuk menyambut upacara adat kematian sebelum di adakan took biasa nya dengan membunuh sapi atau babi ayam.

Bahkan bagi masyarakat yang mampu upacara adat kematian di buat berminggu-minggu misal 3X 7 =21 hari lama  disertai dengan beliant dan ngerangkau baru lah puncak acara membunuh kebo sapi,lalu sapi atau kebo di masak dan makan rame,kepala kebo atau sapi di antarkan ke kuburan karena katanya arwah atau liau butuh makan juga

Pada umumnya masyarakat datang bawa beras kopi minyak goreng untuk membantu bergotong royong.

Setelah Took akan di adakan acara adat lurant pengelio ada jomit burai,di jelaskan siapa saja yang membantu mengurus jenasah,bantu bikin peti,gali kuburan dikasih jomit burai dan satu piring putih agar supaya jelep kita gak panas ketika di tinggal orang tersebut ke lumut atau kuburan intinya biar ikhlas.

Ada beberapa artikel yang saya tulis tentang budaya dayak benuaq salah satunya :


PAKAIAN KHAS SUKU DAYAK BENUAQ

Baju adat adalah baju khas yang di miliki oleh suatu daerah yang menandakan nilai-nilai budaya di dalamnya yang di pakai pada hari perayaan besar,pernikahan adat atau acara resmi .

Selain pakaian adat Ulap doyo dan  ada  batik tumpar  dikenal sebagai batik khas Kutai Barat.  Batik yang khas ada empat macam yaitu Batik Tumang, Batik Moring, Batik Agit, dan Batik Doyo.
  1. Batik Tumang adalah batik khas Kutai Barat dengan gambar ayam yang melambangkan kehidupan, anggrek hitam melambangkan keindahan alam, dan warna-warna cerah melambangkan keharmonisan. Tumang merupakan singkatan dari tumpar (sulaman khas Kutai Barat) dan anggrek.
  2. Batik Moring adalah batik khas Kutai Barat yang baru dirilis pada tahun 2018. Moring berasal dari kata Monaaq (pria tampan dan gagah perkasa) dan Ringeng (wanita cantik, setia, dan bijaksana), yang merupakan tokoh dalam salah satu legenda Kutai Barat yang terkenal.
  3. Batik Agit juga salah satu jenis batik khas Kutai Barat yang merupakan singkatan dari Anggrek Hitam dan Kelagit. Motif batik ini melambangkan rasa persatuan dan persaudaraan Masyarakat Kutai Barat yang saling bersatu padu menjaga keindahan alam Kutai Barat.
  4. Batik Doyo adalah batik khas Kutai Barat dengan motif kain tenun asli Kutai Barat yang terkenal secara turun-temurun. Kain tenun ini berbahan dasar daun Doyo.

Buah doyo enak manis rasa nya,bahkan air terasa manis setelah makan buah doyo

Daun Doyo di budidaya untuk tenun ulap kain doyo karena langka hutan sudah habis di babat untuk pertanian,tambang rakyat atau koridor,pertambangan.

Sejak zaman nenek moyang dahulu hingga sekarang, pakaian adat Suku Dayak Benuaq selalu dipakai pada saat pelaksanaan ritual-ritual adat. Dalam acara-acara resmi seperti upacara adat perkawinan  pakaian adat juga selalu mengenakan ulap atau sempent untuk pakaian hari-hari  karena belum ada rok,celana dan baju kayak jaman sekarang.

SISTEM PERTANIAN DAYAK BENUAQ

Suku dayak benuaq masih menggunakan sistem bertani tradisional yaitu ladang berpindah yang di sebut dengan ngumaq atau bekumaq ,umaq ,dengan cara membuka lahan hutan belantara di babat atau di bersihkan dengan luas tertentu misalnya bikin ladang 1 hektare untuk di jadikan ladang dengan sebutan umaq di tanam padi gunung mayas,padi ketan.

Proses berladang atau bercocok tanam suku dayak Benuaq

Ladang Berpindah 

Biasanya dari nenek moyang dayak benuaq menganut sistem ladang berpindah yaitu membuka lahan untuk di tanam padi  satu tahun sekali dengan cara bepindah-pindah,ketika sudah tidak subur lagi ketempat yang baru.

Membuka Lahan
Membuka lahan dengan menebas atau membersihkan lahan yang akan di pilih untuk di tanam padi waktu periode untuk nokap biasa nya di mulai dari bulan mei sampai bulan 8 itu waktu nya diiarkan begitu saja.

Membakar Lahan

Sebelelum menanam padi lahan tersebut akan di bakar kira-kira pada bulan september,sebelum di tanam di bersihkan sisa kayu itu nama nya "  Mongkeng"lalu di bakar dan abu tersebut akan menjadi pupuk alami untuk padi yang akan di tanam.

Menanam Padi

Menanam padi suku benuaq sambil melihat bintang di langit bulan bagus untuk menanam padi biasanya pada bulan akhir september,cara menanam padi dengan cara ada pengasek di buat lubang khusus lalu dipadi di tanam di lubang yang sudah di buat tadi secara gotong dan royong.

Animo masyarkat benuaq dari proses membersihkan lahan untuk di tanam padi di mulai bulan april sampai juni,nah bulan juni itu masa untuk pembakaran ladang umaq yang di persiapkan untuk menanam padi.

Dan suku dayak benuaq masih menggunakan astronomi atau melihat bintang yang munucl di langit  ketika menentukan waktu untuk menanam padi mulai menebas atau membersihkan lahan emua melaui proses melihat bintang yang muncul dilangit jika tidak mengikuti anjuran melihat maka padi yang di tanam biasa nya mengalami gagal panen.

Suku Dayak Benuaq juga memiliki tradisi menanam padi yang tidak seperti petani biasa menamam padi tidak menancapkan tanaman padinya, tetapi dengan menebar bibit dalam lubang yang sudah disiapkan namanya Ngasek atau menugal ,bahasa tunjung menanam padi itu namanya Nukar

Ada tim khusus yang jadi tukang ngasek dan tim yang menabur bibit dalam lubang yang sudah di persiapkan oleh tukang ngasek melubangi tanah baru bisa tanam padi dalam lubang tersebut.

Lalu untuk menanam padi biasanya bergotong royong bagi yang punya ladang,nanti kalau sudah habis ladang si a,si a ini balas hari  atau bahasa lokal males olo la umaq mali bali bercocok tanam ke ladang si b dan itu wajib balas hari atau males olo biasa nya di bulan juni atau bulan 12 periode menanam padi berbagai macam jenis padi gunung mayas sanok,beras merah beras ketan yang di tanam.

Nah untuk periode panen padi di mulai bulan februari sampai bulan maret tergantung jenis padi yang di tanam,ada jenis padi yang cepat menguning adapula jenis padi yang lambat menguning semua nya tergantung  jenis padi yang ingin di tanam.

Tantangan berladang berpindah untuk Dayak Benuaq
  • Lahan untuk bertani udah mulai sedkit karena kaliamantan khusus nya banyak lahan di jadikan lahan sawit dan batubara
  • Ada imbauan dari pemerintah untuk jangan membakar lahan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan di lahan gambut.
Harapan nya pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan untuk melindungi dan mendukung pelestarian sistem pertanian dayak benuaq

TANA ADET ( TANAH WARISAN DARI LELUHUR)

Tanah atau hutan belantara yang berada di wilayah suku benuaq adalah hak mutlak pengusaannya berdasarkan siapa dahulu yang membuka lahan pertama itulah orang yang menduduki tanah selanjutnya di wariskan turun temurun kepada anak cucu,hak tanah adat sah diakui di Kutai barat,disini khusunya Kutai barat tidak mengakui pernyatan tanah negara,masa tanah negara orang dari luar bebas mengusur atau menduduki hak ulayat yang di wariskan oleh orang tua kepada anak cucu,tidak bisa begitu doong makanya kami di dayak ada lembaga khusus untuk menangani mulai dari sengketa tanah,urusan perselisihan dan percerarain antara suami istri,mencuri di urus oleh Lemabaga adat Dayak( LAD) yang berkedudukan di kabupaten namanya kepala adat besar kabupaten yang di pilih oleh seluruh kepala adat disetiap di Kutai barat.

Tana atau lokasi orang dayak berhak mengelola tanah sesuai kemampuan untuk mengelola untuk berkebun,berladang di tanam lada,jahe sayuran

Ciri-ciri Hutan adat didayak Benuaq :
  • Urat Batekng lahan yang sudah lama di tinggali pemilikl lahan dan lahan tersebut hampir menjadi hutan semak belukar
  • Simpukng Munan atau Lembo untuk tanam durian rambutan,kledang,langsat
  • Kebon Dukuh tempat untuk tanam padi,ubi jalar dan singkong.
  • Ewei Tuweletn
  • Lati Rempuuq penguasaan nya secara bersama-sama karena berasal dari satu garis keturunan
  • Lati Lajah hutan belantara yang belum di babat,pertama kali membuka lahan atau mukant bengkar

SECARA ADAT HUTAN DAPAT DIBEDAKAN ATAS:

  • Bengkar Bengkalutn – Bengkaar Tuhaaq (Hutan Primer atau hutan belantara)
  • Bengkaar Uraaq (Hutan Sekunder Tua, 15-35 tahun)
  • Urat Batekng atau Batekng (Hutan sekunder muda,10-15 tahun di tinggal pemilik lahan dengan sistem ladang berpindah)
  • Balikng Batakng  umur tanah atau hutan diperkirakan 7-10 tahun
  • Kelewako  hutan atau lahan yang pernah di kelola berumur sekitar 2-3 tahun
  • Baber (1-2 tahun)
  • Umaaq (Umaq atau ladang) 0 – 1 tahun setelah bercocok tanam atau berkebun jahe

RUMAH ADAT DAYAK  BENUAQ

Rumah adat suku benuaq disebut dengan nama LOU  rumah adat suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Lou ini berbentuk rumah panggung terbuat dari kayu ulin sapo sirap, panjangnya sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi 3 meter. Rumah adat Lou dapat menampung 25–30 kepala keluarga atau 100 orang yang hidup berkelompok karena jaman dahulu hidup harmonis bisa hidup satu rumah dengan banyak orang dengan bergotong royong,ciri khas Lou ada tangga yang terbuat dari kayu ulin juga.

Rumah Lou tinggi-tinggi karena jaman dahulu mereka nenek buyut takut ada nya pengoet atau pembunuh yang bisa mengambil kepala untuk tumbal dan untuk menghindar jaman penjaajah yang ingin mengambil hasil bumi

Lou merupakan rumah panjang atau rumah panggung yang memiliki berbagai macam ragam hias di dalam nya kayak kepala rusa di .Lou biasa nya  terbuat dari kayu ulin dan sapo sirap atap nya yang di diami oleh orang yang masih ada hubungan keluarga atau purus,karena jaman dahulu sistem gotong royong sangat kuat tolong menolong.

Lamin biasa nya dihiasi dengan berbagai ornamen ukiran yang memiliki makna simbolis. Ornamen ini biasanya menceritakan tentang sejarah, budaya, dan kepercayaan suku Dayak Benuaq kayak kepala rusa.

Lamin atau Lou adat dayak Benuaq berfungsi untuk : 
  • Tempat Tinggal
  • Tempat pertemuan adat kayak pelulukng Peruku,Beliant,Kenyau,Ngerangkau
  • Tempat perlindungan dari hantu dan bala pengoet jaman dahulu
  • Menyimbolkan persatuan dan kesatuan tiap anggota keluarga untuk hidup rukun dan berdampingan satu dengan yang lain.

ADA BEBERAPA LOU ADAT DI KUTAI BARAT : 

Lou atau Lamin menjadi daya tarik wisata wisata di kalimantan Timur khususnya di  Kutai Barat ada nama nya Taman Budaya Sendawar  atau disingkat TBS,ada banyak bangunan lou di yang mewakili rumpun masing-masing suku lamin benuaq,lamin bahau,lamin melayu dan Tunjung.

Lou Mancong adalah Rumah adat  Suku Dayak Benuaq yang memiliki panjang sekitar 63 meter dan lebar 12 meter. Lou Mancong memiliki 12 kamar yang dibagi di bagian bawah dan atas,untuk naik ke lou biasa memakai tangga yang terbuat dari ulin juga.

Lou Tolant adalah rumah adat Lou suku Dayak Benuaq yang berada di Kampung Lambing, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur

Lou Eheng rumah adat adat suku dayak benuaq yang berada dikampung Eheng Kecamatan Barong Tongkok sekitaran lou banyak menjual kerajinan tangan khas benuaq yaitu anjat atau Gawangk,berangka.

TATA CARA KEHIDUPAN SUKU BENUAQ

Tata cara kehidupan Dayak Benuaq didasarkan pada adat istiadat yang diwariskan turun-temurun dari jaman nenek moyang mulai dari hubungan sosial dan  kehidupan berkeluarga sampai hubungan dengan alam.

Hidup selaras dengan alam

Suku Dayak Benuaq memiliki hubungan yang erat dengan alam makanya kalau buka lahan baru untuk area tambang atau untuk perkebunan sawit sebelum di jual di dakan ritula dahulu yang bernama "pakan Nyahuq." Yang di percaya bahwa hutan adalah sumber kehidupan dan harus dijaga kelestariannya  dan penghormatan terhadap roh-roh penjaga hutan dengan cara permisi dijelaskan alasan untuk buka lahan agar mahluk halus tidak mengganggu yang bekerja dengan cara menyemblih sapi kambing lalu dimakan secara bersama-sama dengan pemuk adat kepala adat.

Kepala adat, yang disebut Mantiq memegang peranan penting dalam masyarakat Dayak Benuaq. Mantiq dipilih berdasarkan kebijaksanaan, pengalaman, dan kepemimpinan yang mereka miliki. Mantiq bertugas menyelesaikan masalah, memimpin upacara adat, dan melaksanakan upacara adat kpernikahan,upacara adat kematian Took,kwangkai,kenyau.

Hukum Adat 

Pelanggaran terhadap adat istiadat akan dikenakan sanksi yang disebut "denda adat".  Besarnya denda adat tergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan.  Tujuan denda adat bukanlah untuk menghukum, melainkan untuk mengembalikan keseimbangan dan ketertiban sosial.

Pelanggaran yang bisa di kenakan denda adat berkelahi dan mencuri,perselisihan antar rumah tangga bila di urus oleh kepala adat akan di denda adat.

Masyarakat suku benuaq pada umumnya menganut sistem matrilinear yang pembagian warisan berdsarkan dari garis keturunan sang ibu.

Masyarakat suku benuaq percaya bahwa hubungan antara mahluk hidup dan kematian harus sesuai dengan adat istiadat yang berlaku turun temurun yang sudah di waris nenek moyang,yang percaya bahwa hukum adat bukanlah budaya tetap yang sudah  diberikan petunjuk langsung dari Latala ( Tuhan ) wlaupun hanya melalui mimpi.

Suku benuaq yakin bawa hukum adat atau masyarakat adat sudah ada sebelum ada negara indonesia,kami tidak bisa menerima begitu saja ada yang mengatakan hukum adat atau masyarakt ada sudah tidak berlaku.

Makanya hutan yang berada di wilayah benuaq tidak bebas memiliki karena sudah pasti penguasaan tanah tersebut berdasarkan siapa dahulu yang membuka lahan pertama itulah yang mengelola tanah atau hutan tersebut turun temurun. Contoh kamu mencuri dan ketahuan akan di adili oleh kepala adat dan bisa dikenakan denda adat tergantung keputusan sidang adat.

KESIMPULAN :

Keberagaman budaya suku Dayak Benuaq Kutai Barat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari mulai dari tarian tradisional dan lagu tradisional rijoq yang memukau, hingga seni ukir yang indah, setiap elemen budaya suku Dayak Benuaq Kutai Barat memiliki makna dan nilai yang mendalam. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah upacara adat yang dilakukan dalam berbagai momen penting, seperti pernikahan pelulukng perukudan Kwangakai, panen, dan penyambutan tamu.

Seiring perkembangan zaman, tata cara kehidupan Dayak Benuaq juga mengalami perubahan. Namun dayak benuaq tetap berusaha untuk menjaga nilai-nilai luhur adat istiadat warisan leluhur yang secara turun temurun kalau tidak percaya cobalah untuk berkunjung ke tana purai ngeriman.Oleh karena itu dimana kaki di pijak disitu juga langit di junjung ,jangan memaksakan kebiasan dari asal kamu jika kamu tidak tau kebiasaan di tempat baru kamu berpijak.

Nah bila teman-teman ingin tau menjelajah berbagai artikel yang sudah saya publiskasin di blog ini tentang Kesehatan  dan blogging tips bisa klik menu Navigasi.



Happy Reading





Post a Comment

0 Comments