CULTURE CORNER | BUDAYA DAYAK BENUAQ
![]() |
CULTURE CORNER | BUDAYA DAYAK BENUAQ
Suku Dayak Benuaq adalah suku asli yang menduduki wilayah Kabupaten Kutai Barat di Provinsi Kalimantan Timur-Indonesia dayak benuaq memeliki kekayaan budaya dan tradisi yang luar biasa,dari adat ritual penyembuhan secara tradisonal ( Beliant) adat pernikahan,hingga upacara adat kematian ( Took,Kwangkai,Kenyau,dan Nalint Taun),tanah adat,rumah adat ( Lou),Kesenian (Rijoq),Pakaian adat Ulap Doyo sulam tumpar dan batik khas,ayaman rotan ( berangka,anjat atau gawangk,ongkeng),setiap tradisi yang dilestarikan memiliki makna dan nilai di masyarakat adat.
Suku Dayak Benuaq memiliki adat dan budaya yang beragam mulai dari tradisi adat dan kesenian yang di wariskan dan di pertahankan secara turun temurun sampai sekarang.
Berikut ada beberapa hal yang menarik dari suku dayak benuaq memiliki upacara adat seperti :
Upacara adat Belian
- Upacara adat Belian adalah ritual adat penyembuhan penyakit dan tolak bala ( bencana),dan untuk mendapatkan anugrah keselamatan
PERALATAN UNTUK BELIANt YANG DISIAPKAN :
- Menyiapkan dupa dari Luwek dan Geingt dan Penabuh Gendang,yang di dendangkan setiap malam
- Pembukaan beliant di lakukan oleh pemeliant profesional yang di percaya mempunyai kemampuan khusus untuk berbicara dengan roh dan arwah para leluhur dengan papat atau mantra khusus sehingga leluur atau arwah dapat memberikan tahukan apa sakit.
- Menari - orang yang sakit ditengah sambil si pemeliant menari dengan para pengikut
- Pengobatan: Belian melakukan ritual pengobatan kepada yang sakit atau pasien dengan menggunakan berbagai media seperti ramuan herbal, mantra-mantra, dan darah babi di teteskan atau di percik kan yang dipercayakan akan sembuh.
Makna Upacara Belian :
- Dipercaya secara turun temurun beliant di baca belient penyembuha tradisional dapat menyembuhkan penyakit non medis seperi sakit kena kutu
- Keseimbangan antara dunia manusia dan dunia lain gaib alam roh
- Persatuan - dengan adanya beliant memperatkan hubungan kekeluragaan dan tetangga karena apa ? ya karena mereka pergi bantu masak ayam babi sapi tumpi kelompak,ketemua satu sama lain sambil bercerita.
UPACARA ADAT KEMATIAN KWANGKEY
Ritual Kwangkai adalah tulang belulang dari pemakaman terdahulu dipindahkan ke rumah adat yang bagus untuk diadakan ritual ngerangkau bersama cara puncak dengan memotong kerbau.
Rangkaian upacara adat kwangkai :
- Menjemput Tulang: Keluarga dan tetangga berkumpul di rumah adat untuk menjemput tulang-belulang leluhur dari tempat pemakaman atau biasa di sebut dengan nulang mate beno artinya angkat tulang beno
- Memasukkan Tulang ke Peti kuburan dibuat lebih bagus: Tulang-belulang leluhur dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kuburan satu satu tempat semua tulang-tulang yang diangkat dimasukan kepeti mati yang dihiasi dengan ukiran dan kain tradisional robet batik
- Ritual Adat: Upacara adat dipimpin oleh seorang pengeuara yang membacakan mantra-mantra dan doa tiap malam memanggil leluhur
- Menari atau ngerangkau : Para tamu undangan menari bersama untuk menghormati leluhur yang telah meninggal mengendong tengkorak.
- Penyembelihan Hewan: Hewan kurban seperti kerbau atau babi,sapi disembelih untuk dimasakdna dimakan secara bersama-sama semua kerabat yang hadir,biasa nya sih kebo sapi babi diantar juga ke makam katanya sih kasih makan arwah dan para leluhur juga bisa lapar pengen makan enak.
- Menyimpan Peti Mati: Peti mati disimpan di dalam rumah adat atau di tempat khusus yang disebut Tempelaq,kalau tidak ada tempelaq atau garai ya di buat makam khusus yang bagus.
Makna upacara Kwangkay
- Balas Budi: Kwangkay merupakan bentuk balas budi kepada leluhur yang telah melindungi dan memberikan kehidupan kepada keluarga jadi saatnya ketika leluhur mati anak cucu memberikan makan dengan cara semblih kerbau di buat pesta pora.
- Penghormatan: Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal.
- Persatuan: Kwangkay mempererat tali persaudaraan antar keluarga dan tetangga.
- Keseimbangan: Upacara ini menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan alam baka atau Lumut.
UPACARA ACARA KEMATIAN ADAT TOOK DAYAK BENUAQ
Ritual Kwangkai adalah tulang belulang dari pemakaman terdahulu dipindahkan ke rumah adat yang bagus untuk diadakan ritual ngerangkau bersama cara puncak dengan memotong kerbau.
ASAL USUL SUKU BENUAQ
Dikutai Barat suku dayak benuaq merupakan suku terbesar yang mendiami wilayah dari kec nyuatan sampai ke kecamatan Bongan,Jempang,Damai,Muara Lawa,Muara Pahu,Kec Bentian Kec Siluq Ngurai.
Menurut cerita leluhur nenek moyang orang benuaq adalah Aji Tulur Jejangkat dan Mook Manar Bulatn. Mereka mempunyai keturunan bernama Nara Gunaq menjadi orang Benuaq, Sualas Gunaq leluhurnya orang Tonyoi atau Tunjung, Puncan Karnaq leluhurnya orang Kutai.
Orang Benuaq di kawasan hilir Mahakam dan Danau Jempang dan sekitarnya hingga Bongan dan Sungai Kedang Pahu mengaku mereka keturunan Seniang Bumuy.
Seniang Jatu dipercaya merupakan leluhur orang Benuaq di kawasan Bentian dan Nyuatan. Dikisahkan bahwa Seniang Jatu diturunkan di Aput Pererawetn, tepi sungai Barito, sebelah hilir Kota Muara Teweh (Olakng Tiwey).
Kedatangan suku ( orang Lewangan, Teboyan, ) dari Kalimantan Tengah justru berasimilasi dengan Orang Benuaq, dan ini menyebabkan Orang Benuaq mempunyai banyak dialek.
Contoh suku benuaq yang mendiami kampung eheng mereka mengaku mereka dayak idant dengan penutur bahasa benuaq Gas di baca ges,sandal di baca sandel,semua ucapan hari-hari di akhiri dengan es
Benuaq yang mendiami kec siluq ngurai dan muara lawa contoh menyebut nyamuk itu Kiongo,dan Batuk Itu nyiker,becek itu Puteq
Sedangkan benuaq yang mendiami daerah nyuatan menyebut nyamuk itu Piongo,batuk itu bahasa benuaq nyuatan niker neter,becek itu Payaq
Sedangkan orang Benuaq di kawasan hulu Kedang Pahu mengaku mereka keturunan Ningkah Olo.
Menurut legenda Ningkah Olo pertama kali turun ke bumi, menginjakkan kakinya di daerah yang disebut dalam Bahasa Benuaq, Luntuq Ayepm (Bukit Trenggiling).
Tempat ini diyakini sebagai sebuah bukit yang merupakan ujung dari Jembatan Mahakam, Samarinda Seberang, Kota Samarinda.
Sisa Suku Dayak Benuaq di Kota Samarinda, akhirnya menyingkir ke utara kota, di kawasan Desa Benangaq, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara.
Jadi menurut orang Dayak Benuaq justru merekalah yang pertama menjejakkan kaki di Bumi Samarinda jauh sebelum Kerajaan Kutai resmi berdiri pada abad 4 M.
Sehingga sebagian orang benuaq berangsung-angsur menuju muara Sungai Mahakam bermukim di Jahitan Layar dan Tepian Batu dan sekitarnya.
Sebagian yang menuju muara Mahakam, selanjutnya berlayar atau menetap ke arah selatan (Balikpapan, Paser dan Penajam).
Hal ini mungkin bisa menjelaskan hubungan kekerabatan Dayak Benuaq dan Paser. Orang Benuaq di Kecamatan Bongan, Kutai Barat, berbahasa Benuaq berdialeq Paser Bawo.
Sebagian keturuanan orang benuaq yang masih tertinggal di Tenggarong, bermukim di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang dan Jahab
Tokoh Dayak Benuaq yang berpengaruh salah satu Bapak Rama Asia bupati perintis Kabupaten Kutai berasal dari Kec Nyuatan.
Benuaq masih menjunjung tinggi adat dan istiadat,masih berladang berpindah menugal atau ngasek,pernikahan adat,ucapara ada kematian ( Took,Kuangkai),Nalintn Taun,
Ketika ada orang yang meninggal ada acara tujuh hari paremt api atau TOOk untuk memberi tahu arwah bahwa tempatnya sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Bagi orang yang mampu bisa wara untuk menyambut upacara adat kematian sebelum di adakan took biasa nya dengan membunuh sapi atau babi ayam.
Bahkan bagi masyarakat yang mampu upacara adat kematian di buat berminggu-minggu misal 3X 7 =21 hari lama disertai dengan beliant dan ngerangkau baru lah puncak acara membunuh kebo sapi,lalu sapi atau kebo di masak dan makan rame,kepala kebo atau sapi di antarkan ke kuburan karena katanya arwah atau liau butuh makan juga
Pada umumnya masyarakat datang bawa beras kopi minyak goreng untuk membantu bergotong royong.
Setelah Took akan di adakan acara adat lurant pengelio ada jomit burai,di jelaskan siapa saja yang membantu mengurus jenasah,bantu bikin peti,gali kuburan dikasih jomit burai dan satu piring putih agar supaya jelep kita gak panas ketika di tinggal orang tersebut ke lumut atau kuburan intinya biar ikhlas.
Ada beberapa artikel yang saya tulis tentang budaya dayak benuaq salah satunya :
PAKAIAN KHAS SUKU DAYAK BENUAQ
Selain pakaian adat Ulap doyo dan ada batik tumpar dikenal sebagai batik khas Kutai Barat. Batik yang khas ada empat macam yaitu Batik Tumang, Batik Moring, Batik Agit, dan Batik Doyo.
- Batik Tumang adalah batik khas Kutai Barat dengan gambar ayam yang melambangkan kehidupan, anggrek hitam melambangkan keindahan alam, dan warna-warna cerah melambangkan keharmonisan. Tumang merupakan singkatan dari tumpar (sulaman khas Kutai Barat) dan anggrek.
- Batik Moring adalah batik khas Kutai Barat yang baru dirilis pada tahun 2018. Moring berasal dari kata Monaaq (pria tampan dan gagah perkasa) dan Ringeng (wanita cantik, setia, dan bijaksana), yang merupakan tokoh dalam salah satu legenda Kutai Barat yang terkenal.
- Batik Agit juga salah satu jenis batik khas Kutai Barat yang merupakan singkatan dari Anggrek Hitam dan Kelagit. Motif batik ini melambangkan rasa persatuan dan persaudaraan Masyarakat Kutai Barat yang saling bersatu padu menjaga keindahan alam Kutai Barat.
- Batik Doyo adalah batik khas Kutai Barat dengan motif kain tenun asli Kutai Barat yang terkenal secara turun-temurun. Kain tenun ini berbahan dasar daun Doyo.
SISTEM PERTANIAN DAYAK BENUAQ
Ladang Berpindah
Membuka Lahan
Membakar Lahan
Menanam Padi
Tantangan berladang berpindah untuk Dayak Benuaq
- Lahan untuk bertani udah mulai sedkit karena kaliamantan khusus nya banyak lahan di jadikan lahan sawit dan batubara
- Ada imbauan dari pemerintah untuk jangan membakar lahan untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan di lahan gambut.
TANA ADET ( TANAH WARISAN DARI LELUHUR)
Ciri-ciri Hutan adat didayak Benuaq :
- Urat Batekng lahan yang sudah lama di tinggali pemilikl lahan dan lahan tersebut hampir menjadi hutan semak belukar
- Simpukng Munan atau Lembo untuk tanam durian rambutan,kledang,langsat
- Kebon Dukuh tempat untuk tanam padi,ubi jalar dan singkong.
- Ewei Tuweletn
- Lati Rempuuq penguasaan nya secara bersama-sama karena berasal dari satu garis keturunan
- Lati Lajah hutan belantara yang belum di babat,pertama kali membuka lahan atau mukant bengkar
SECARA ADAT HUTAN DAPAT DIBEDAKAN ATAS:
- Bengkar Bengkalutn – Bengkaar Tuhaaq (Hutan Primer atau hutan belantara)
- Bengkaar Uraaq (Hutan Sekunder Tua, 15-35 tahun)
- Urat Batekng atau Batekng (Hutan sekunder muda,10-15 tahun di tinggal pemilik lahan dengan sistem ladang berpindah)
- Balikng Batakng umur tanah atau hutan diperkirakan 7-10 tahun
- Kelewako hutan atau lahan yang pernah di kelola berumur sekitar 2-3 tahun
- Baber (1-2 tahun)
- Umaaq (Umaq atau ladang) 0 – 1 tahun setelah bercocok tanam atau berkebun jahe
RUMAH ADAT DAYAK BENUAQ
Rumah adat suku benuaq disebut dengan nama LOU rumah adat suku Dayak Benuaq di Kalimantan Timur. Lou ini berbentuk rumah panggung terbuat dari kayu ulin sapo sirap, panjangnya sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi 3 meter.
Rumah adat Lou dapat menampung 25–30 kepala keluarga atau 100 orang yang hidup berkelompok karena jaman dahulu hidup harmonis bisa hidup satu rumah dengan banyak orang dengan bergotong royong,ciri khas Lou ada tangga yang terbuat dari kayu ulin juga.
Lamin atau Lou adat dayak Benuaq berfungsi untuk :
- Tempat Tinggal
- Tempat pertemuan adat kayak pelulukng Peruku,Beliant,Kenyau,Ngerangkau
- Tempat perlindungan dari hantu dan bala pengoet jaman dahulu
- Menyimbolkan persatuan dan kesatuan tiap anggota keluarga untuk hidup rukun dan berdampingan satu dengan yang lain.
ADA BEBERAPA LOU ADAT DI KUTAI BARAT :
TATA CARA KEHIDUPAN SUKU BENUAQ
Hidup selaras dengan alam
Hukum Adat
KESIMPULAN :
Keberagaman budaya suku Dayak Benuaq Kutai Barat tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari mulai dari tarian tradisional dan lagu tradisional rijoq yang memukau, hingga seni ukir yang indah, setiap elemen budaya suku Dayak Benuaq Kutai Barat memiliki makna dan nilai yang mendalam. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan hingga saat ini adalah upacara adat yang dilakukan dalam berbagai momen penting, seperti pernikahan pelulukng perukudan Kwangakai, panen, dan penyambutan tamu.
Seiring perkembangan zaman, tata cara kehidupan Dayak Benuaq juga mengalami perubahan. Namun dayak benuaq tetap berusaha untuk menjaga nilai-nilai luhur adat istiadat warisan leluhur yang secara turun temurun kalau tidak percaya cobalah untuk berkunjung ke tana purai ngeriman.Oleh karena itu dimana kaki di pijak disitu juga langit di junjung ,jangan memaksakan kebiasan dari asal kamu jika kamu tidak tau kebiasaan di tempat baru kamu berpijak.

